Jumat, 22 Januari 2016

laporan praktikum kesetimbangan kimia


LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA FISIKA I
KESETIMBANGAN KIMIA
OLEH
NAMA : BENHUR SAMALOISA
NIM : 1416150005
PRODI : FKIP-KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRITEN INDONESIA
JAKARTA
2016





KESETIMBANGAN KIMIA
Hari/Tgl Percobaan: sabtu, 12 Desember 2015
Tujuan percobaan :
Ø  Mengukur tetapan kesetimbangan
Ø  Memperlihatkan bahwa tetapan kesetimbangan tidak bergantung pada konsentrasi awal rektan
Ø  Memahami konsep kesetimbangan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Ø  Menghitung harga tetapan kesetimbangan berdasarkan percobaan
Ø  Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia

DASAR TEORI
            Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan setimbang reaksi yang tidak berhenti dan tetap berlangsung kedua arah secara mikroskopis dengan laju yang sama. Kesetimbangan kimia tercapai pada saat dua reaksi kimia yang berlawanan terjadi pada tempat dan waktu yang sama dengan laju reaksi yang sama. Ketika sistem mencapai kesetimbangan, jumlah masing-masing spesi kimia menjadi konstan.
      Reaksinya berlangsung bolak-balik yang merupakan zat semula (reaktan) direaksikan akan habis dan terbentuk zat baru (produk) dan zat baru yang terbentuk dapat direaksikan dengan zat lain menghasilkan zat semula. 
            Keadaan kesetimbangan adalah suatu keadaan dimana konsentrasi seluru zat tidak lagi mengalami perubahan, sebab zat-zat diruas kanan terbentuk dan terurai kembali denagn kecepatan yang sama. kadaan kesetimbangan ini bersifat dinamis, artinya reaksi terus berlangsung dalam dua arah dengan kecepatan yang sama. Pada keadaan kesetimbangan tidak mengalami perubahan secara mikrokopis (perubahan yang dapat diamati atau diukur). Kesetimbangan kimia dibedakan atas kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen. Pada kesetimbangan homogen semua zat yang ada dalam sistem kesetimbangan memiliki fase yang sama ada dalam bentuk gas dan larutan.
Banyak reaksi-reaksi kimia yang berjalan tidak sempurna artinya reaksi-reaksi tersebut berjalan sampai pada suatu titik dan akhirnya berhenti dengan meninggalkan zat-zat yang tidak bereaksi. Pada temperatur, tekanan dan konsentrasi tertentu, titik pada saat reaksi tersebut berhenti sama. Hubungan antara konsentrasi peraksi dan hasil reaksi tetap. Pada saat ini reaksi dalam keadaan setimbang. Pada saat setimbang, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri. Kesetimbangan disini merupakan kesetimbangan dinamis, bukan kesetimbangan statis. Jadi sebenarnya reaksi masih ada tetapi karena kecepatannya sama, seakan-akan reaksi berhenti.
Umumnya reaksi-reaksi kimia tersebut berlangsung dalam arah bolak-balik (reversible), dan hanya sebagian kecil saja yang berlangsung satu arah. . Pada awal proses bolak-balik, reaksi berlangsung ke arah pembentukan produk, segera setelah terbentuk molekul produk maka terjadi reaksi sebaliknya, yaitu pembentukan  molekul reaktan dari molekul produk. . Ketika laju reaksi ke kanan dan ke kiri sama dan konsentrasi reaktan dan produk tidak berubah maka kesetimbangan reaksi tercapai. Ketika suatu reaksi kimia berlangsung, laju reaksi dan konsentrasi pereaksipun berkurang.
Kesetimbangan kimia dalah proses dinamis ketika reaksi kedepan dan reaksi balik terjadi pada laju yang sama tetapi pada arah yang berlawanan. Konsentrasi pada setiap zat tinggal tetap pada suhu konstan. Banyak reaksi kimia tidak sampai berakhir, dan mencapai satu titik ketika konsentrasi zat-zat bereaksi dan produk tidak lagi berubah dengan  berubahnya waktu. Molekul-molekul tetap berubah dari pereaksi menjadi produk dan dari produk menjadi preaksi, tetapi tanpa perubahan netto konsentrasinya.
Dalam suatu sistem kesetimbangan, suatu katalis menaikkan kecepatan reaksi maju dan reaksi balik dengan sama kuatnya. Suatu katalis tidak mengubah kuantitas relatif yang ada dalam kesetimbangan nilai tetapan kesetimbangan tidaklah berubah. Katalis memang mengubah waktu yang diperlukan untuk mencapai kesetimbangan.
Reaksi kimia berdasarkan arahnya dibedakan menjadi reaksi berkesudahan (satu arah) dan reaksi dapat balik (dua arah). Pada reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadi zat pereaksi.  Reaksi dapat balik dapat berlangsung dalam dua arah, artinya zat-zat hasil reaksi dapat saling bereaksi untuk membentuk zat pereaksi kembali. Meskipun hampir semua reaksi merupakan reaksi dapat balik, tetapi tidak semua reaksi dapat balik dapat menjadi reaksi setimbang.
Salah satu kegunaan konstanta kesetimbangan kimia adalah memprediksi arah reaksi. Untuk mempelajari kecenderungan arah reaksi, digunakan besaran Qc, yaituhasil perkalian konsentrasi awal produk dibagi hasil perkalian konsentrasi awalreaktan yang masing-masing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya. Jika nilai Qcdibandingkan dengan nilai Kc, terdapat tiga kemungkinan hubungan yang terjadi, antara lain :
1. Qc < Kc
Sistem reaksi reversibel kelebihan reaktan dan kekurangan produk. Untuk mencapai kesetimbangan, sejumlah reaktan diubah menjadi produk. Akibatnya, reaksi cenderung ke arah produk (ke kanan).
2. Q=  Kc
Sistem berada dalam keadaan kesetimbangan. Laju reaksi, baik ke arah reaktan maupun produk, sama.
3. Q> Kc
Sistem reaksi reversibel kelebihan produk dan kekurangan reaktan. Untuk mencapai kesetimbangan, sejumlah produk diubah menjadi reaktan. Akibatnya, reaksi cenderung ke arah reaktan (ke kiri).
Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.  Pengaruh konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan adalahApabila dalam sistem kesetimbangan konsentrasi salah satu zat diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut.  Pengaruh volume dan tekanan terhadap pergeseran kesetimbangan adalahPengaruh volume dan tekanan hanya berpengaruh pada zat yang berwujud gas. Dan jumlah koefisien pereaksi tidak sama dengan jumlah koefisien hasil reaksi. Jika tekanan diperbesar/ volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi yang kecil. Jika tekanan di perkecil/ volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi yang besar.   
Dalam pengukuran tetap kesetimbangan, pada praktiknya akan ditemukan beberapa kesulitan. Dalam menentukan nilai Kc suatu reaksi, pertama kali reaksi harus ditunggu sampai ia mencapai kesetimbangan. Kemudian konsentrasi reaktan dan produk diukur, baru nilai Kc dapat ditentukan. Akan tetapi dalam pengukuran konsentrasi reaktan atau produk sering kali sejumlah larutan diambil untuk dianalisi. Pengambilan larutan ini akan mempengaruhi kesetimbangan. Idealnya harus digunakan suatu metode yang tidak melibatkan pengambilan larutan untuk dianalisis seperti metode diatas. Salah satu metode yang tidak melibatkan pengambilan larutan dalam menentukan konsentrasi reaktan atau produk dalam metode kalori meter.
CH3COOH + C2H5OH  CH3COOC2 H5 + H2O
Reaksi ini sangat lambat, tetapi dapat dikatalisis oleh ion H+. Walaupun telah dikatalisis, untuk mencapai kesetimbangan masih diperlukan waktu beberapa hari, karena reaksinya sangat lambat. Konsentrasi reaktan atau produk dapat ditentukan dengan titrasi yang di lakukan dengan cepat agar tidak mengganggu kesetimbangan secara nyata.
Alat  dan Bahan
ALAT
NO
Nama
Ukuran
Jumlah
1
Gelas Kimia
50 mL
4 buah
2
Labu ukur
50mL
4buah
3
Gelas ukur
100mL
I buah
4
Pipet volum
10mL
1buah
5
Corong
Sedang
1 buah
6
Thermometer
Sedang
1 buah
7
PH  meter
Sedang
1buah

BAHAN
NO
Nama
Konsentrasi
Jumlah
1
CH3COOH
0,1M
0,5 gram


0,01
1,3 gram


0,001 M
Beberapa tetes


0,0001M
2,5 mL
2
Indikator metil merah

Lebih kurang 16 tetes



Prosedur Kerja


Pembahasan
Berdasarkan percobaan kali ini membahas tentang kesetimbangan kimia yang dilakukan meliputi empat percobaan diantaranya dengan konsentrasi dengan larutan yang berbeda-beda.
Percobaan pertama melakukan dengan mencampurkan 50 mL  NH3COOH 0,1 M. Dengan su7hu 33  dan PH= 2,9.
Percobaan kedua dicampurkan dengan konsentrasinya 0,01M denga suhu 30 dan PH= 3,8.
Percobaan ketiga dicampur dengan konsentrasinya 0,001M dengan suhu 30  dan PH= 5,8. Sedangankan pada percobaan terakhir dengan konsentrasi 0,0001M dengan suhu 30  dan PH= 6,9.
Pada percobaan ini pemberian larutan menunjukan metil merah bertujuan agar mengetahiu perubahan warna yang terjadi pada asetat. Hal ini dilakukan untuk memperoleh harga PH tiap kali pengenceran dari percobaan yang dilakukan perhitungan untuk mencari harga kesetimbangan dengan ionisasi dan rata-rata derajat ionisasi.
Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan antara lain:
v  Perubahan suhu
v  Perubahan konsentrasi
v  Perubahan tekanan dan volume
v  Peranan katalisator

KESIMPULAN
Ø  Kesetimbangan kimia menjelaskan keadaan dimana laju reaksi maju dan laju reaksi balik sama besar, serta konsentrasi reaktan dan produk tetap tidak berubah seiring berjalannya waktu ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesetimbangan kimia, seperti perubahan konsentrasi, perubahan tekanan dan volume, perubahan suhu dan katalis.
Ø  Jika konsentrasi diperbesar maka reaksi sistem akan mengurangi komponen tersebut.
Ø  Bila keadaan suatu sistem kesetimbangan,konsentrasi salah satu komponennya dikurangi maka kesetimbangan akan bergeser kearah pengurangan itu.
Ø  Jika volume pembesar maka sistem akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah molekul.
Ø  Bila volume sistem kesetimbangan diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser kearah jumlah koefisien reaksi yang besar

DAFTAR PUSTAKA
v  Sukardjo. 1997. Kimia Fisika. Yogyakarta: Rineka Cipta.
v  Syukri. 1999. Kimia Dasar 1. Bandung: ITB
v  Keenan. 1984. Kimia untuk universitas. Jakarta: Erlangga.
v  Atkins, P.W. 1994. Kimia Fisika II. Erlangga: Jakarta
v  Petrucci. R. 1987. Kimia Dasar. Erlangga: Jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar