LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA FISIKA I
KESETIMBANGAN KIMIA
OLEH
NAMA : BENHUR SAMALOISA
NIM : 1416150005
PRODI : FKIP-KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KRITEN INDONESIA
JAKARTA
2016
KESETIMBANGAN KIMIA
Hari/Tgl Percobaan: sabtu, 12
Desember 2015
Tujuan percobaan :
Ø Mengukur tetapan kesetimbangan
Ø Memperlihatkan bahwa tetapan kesetimbangan tidak bergantung pada
konsentrasi awal rektan
Ø Memahami konsep kesetimbangan dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya
Ø
Menghitung harga tetapan kesetimbangan berdasarkan
percobaan
Ø Untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi kesetimbangan kimia
DASAR
TEORI
Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan
setimbang reaksi yang tidak berhenti dan tetap berlangsung kedua arah secara
mikroskopis dengan laju yang sama. Kesetimbangan kimia tercapai pada saat dua
reaksi kimia yang berlawanan terjadi pada tempat dan waktu yang sama dengan
laju reaksi yang sama. Ketika sistem mencapai kesetimbangan, jumlah
masing-masing spesi kimia menjadi konstan.
Reaksinya
berlangsung bolak-balik yang merupakan zat semula (reaktan) direaksikan akan
habis dan terbentuk zat baru (produk) dan zat baru yang terbentuk dapat
direaksikan dengan zat lain menghasilkan zat semula.
Keadaan
kesetimbangan adalah suatu keadaan dimana konsentrasi seluru zat tidak lagi
mengalami perubahan, sebab zat-zat diruas kanan terbentuk dan terurai kembali
denagn kecepatan yang sama. kadaan kesetimbangan ini bersifat dinamis, artinya reaksi terus berlangsung dalam dua arah
dengan kecepatan yang sama. Pada keadaan kesetimbangan tidak mengalami
perubahan secara mikrokopis (perubahan yang dapat diamati atau diukur).
Kesetimbangan kimia dibedakan atas kesetimbangan homogen dan kesetimbangan
heterogen. Pada kesetimbangan homogen semua zat yang ada dalam sistem
kesetimbangan memiliki fase yang sama ada dalam bentuk gas dan larutan.
Banyak reaksi-reaksi kimia yang berjalan
tidak sempurna artinya reaksi-reaksi tersebut berjalan sampai pada suatu titik
dan akhirnya berhenti dengan meninggalkan zat-zat yang tidak bereaksi. Pada
temperatur, tekanan dan konsentrasi tertentu, titik pada saat reaksi tersebut
berhenti sama. Hubungan antara konsentrasi peraksi dan hasil reaksi tetap. Pada saat ini reaksi dalam keadaan setimbang. Pada saat
setimbang, kecepatan reaksi ke kanan sama dengan kecepatan reaksi ke kiri.
Kesetimbangan disini merupakan kesetimbangan dinamis, bukan kesetimbangan
statis. Jadi sebenarnya reaksi masih ada tetapi karena kecepatannya sama,
seakan-akan reaksi berhenti.
Umumnya reaksi-reaksi kimia tersebut
berlangsung dalam arah bolak-balik (reversible), dan hanya sebagian kecil saja
yang berlangsung satu arah. . Pada awal proses bolak-balik, reaksi berlangsung
ke arah pembentukan produk, segera setelah terbentuk molekul produk maka
terjadi reaksi sebaliknya, yaitu pembentukan molekul reaktan dari molekul
produk. . Ketika laju reaksi ke kanan dan ke kiri sama dan konsentrasi reaktan
dan produk tidak berubah maka kesetimbangan reaksi tercapai. Ketika suatu
reaksi kimia berlangsung, laju reaksi dan konsentrasi pereaksipun berkurang.
Kesetimbangan kimia dalah proses dinamis
ketika reaksi kedepan dan reaksi balik terjadi pada laju yang sama tetapi pada
arah yang berlawanan. Konsentrasi pada setiap zat tinggal tetap pada suhu konstan.
Banyak reaksi kimia tidak sampai berakhir, dan mencapai satu titik ketika
konsentrasi zat-zat bereaksi dan produk tidak lagi berubah dengan
berubahnya waktu. Molekul-molekul tetap berubah dari pereaksi menjadi produk
dan dari produk menjadi preaksi, tetapi tanpa perubahan netto konsentrasinya.
Dalam suatu sistem kesetimbangan, suatu
katalis menaikkan kecepatan reaksi maju dan reaksi balik dengan sama kuatnya.
Suatu katalis tidak mengubah kuantitas relatif yang ada dalam kesetimbangan
nilai tetapan kesetimbangan tidaklah berubah. Katalis memang mengubah waktu
yang diperlukan untuk mencapai kesetimbangan.
Reaksi kimia berdasarkan arahnya dibedakan
menjadi reaksi berkesudahan (satu arah) dan reaksi dapat balik (dua arah). Pada
reaksi berkesudahan zat-zat hasil tidak dapat saling bereaksi kembali menjadi
zat pereaksi. Reaksi dapat balik dapat berlangsung dalam dua arah,
artinya zat-zat hasil reaksi dapat saling bereaksi untuk membentuk zat pereaksi
kembali. Meskipun hampir semua reaksi merupakan reaksi dapat balik, tetapi
tidak semua reaksi dapat balik dapat menjadi reaksi setimbang.
Salah satu kegunaan konstanta
kesetimbangan kimia adalah memprediksi arah reaksi. Untuk
mempelajari kecenderungan arah reaksi, digunakan besaran Qc,
yaituhasil perkalian konsentrasi awal produk dibagi hasil
perkalian konsentrasi awalreaktan yang masing-masing dipangkatkan
dengan koefisien reaksinya. Jika nilai Qcdibandingkan
dengan nilai Kc, terdapat tiga kemungkinan hubungan yang
terjadi, antara lain :
1. Qc < Kc
Sistem reaksi reversibel kelebihan
reaktan dan kekurangan produk. Untuk mencapai kesetimbangan,
sejumlah reaktan diubah menjadi produk. Akibatnya, reaksi cenderung ke arah
produk (ke kanan).
2. Qc = Kc
Sistem berada dalam keadaan kesetimbangan.
Laju reaksi, baik ke arah reaktan maupun produk, sama.
3. Qc > Kc
Sistem reaksi reversibel kelebihan
produk dan kekurangan reaktan. Untuk mencapai kesetimbangan,
sejumlah produk diubah menjadi reaktan. Akibatnya, reaksi cenderung ke arah
reaktan (ke kiri).
Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang
baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran
kesetimbangan. Pengaruh konsentrasi terhadap pergeseran
kesetimbangan adalahApabila dalam sistem kesetimbangan konsentrasi salah
satu zat diperbesar, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan
dari zat tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka
kesetimbangan akan bergeser ke pihak zat tersebut. Pengaruh volume
dan tekanan terhadap pergeseran kesetimbangan adalahPengaruh volume dan
tekanan hanya berpengaruh pada zat yang berwujud gas. Dan jumlah koefisien
pereaksi tidak sama dengan jumlah koefisien hasil reaksi. Jika tekanan
diperbesar/ volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah
koefisien reaksi yang kecil. Jika tekanan di perkecil/ volume diperbesar,
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien reaksi yang
besar.
Dalam pengukuran tetap kesetimbangan, pada praktiknya akan ditemukan
beberapa kesulitan. Dalam menentukan nilai Kc suatu reaksi, pertama kali reaksi
harus ditunggu sampai ia mencapai kesetimbangan. Kemudian konsentrasi reaktan
dan produk diukur, baru nilai Kc dapat ditentukan. Akan tetapi dalam pengukuran
konsentrasi reaktan atau produk sering kali sejumlah larutan diambil untuk
dianalisi. Pengambilan larutan ini akan mempengaruhi kesetimbangan. Idealnya
harus digunakan suatu metode yang tidak melibatkan pengambilan larutan untuk
dianalisis seperti metode diatas. Salah satu metode yang tidak melibatkan
pengambilan larutan dalam menentukan konsentrasi reaktan atau produk dalam
metode kalori meter.
CH3COOH + C2H5OH ↔
CH3COOC2 H5 +
H2O
Reaksi ini sangat lambat, tetapi dapat dikatalisis oleh ion H+.
Walaupun telah dikatalisis, untuk mencapai kesetimbangan masih diperlukan waktu
beberapa hari, karena reaksinya sangat lambat. Konsentrasi reaktan atau produk
dapat ditentukan dengan titrasi yang di lakukan dengan cepat agar tidak
mengganggu kesetimbangan secara nyata.
Alat dan Bahan
ALAT
NO
|
Nama
|
Ukuran
|
Jumlah
|
1
|
Gelas Kimia
|
50 mL
|
4 buah
|
2
|
Labu ukur
|
50mL
|
4buah
|
3
|
Gelas ukur
|
100mL
|
I buah
|
4
|
Pipet volum
|
10mL
|
1buah
|
5
|
Corong
|
Sedang
|
1 buah
|
6
|
Thermometer
|
Sedang
|
1 buah
|
7
|
PH meter
|
Sedang
|
1buah
|
BAHAN
NO
|
Nama
|
Konsentrasi
|
Jumlah
|
1
|
CH3COOH
|
0,1M
|
0,5 gram
|
0,01
|
1,3 gram
|
||
0,001
M
|
Beberapa
tetes
|
||
0,0001M
|
2,5 mL
|
||
2
|
Indikator metil merah
|
Lebih kurang
16 tetes
|
Prosedur Kerja
Pembahasan
Berdasarkan percobaan kali ini membahas tentang kesetimbangan kimia yang
dilakukan meliputi empat percobaan diantaranya dengan konsentrasi dengan
larutan yang berbeda-beda.
Percobaan pertama melakukan dengan mencampurkan 50 mL NH3COOH 0,1 M. Dengan su7hu 33℃
dan PH= 2,9.
Percobaan kedua dicampurkan dengan konsentrasinya 0,01M denga suhu 30℃ dan PH= 3,8.
Percobaan ketiga dicampur dengan konsentrasinya 0,001M dengan suhu 30℃ dan PH= 5,8. Sedangankan pada percobaan
terakhir dengan konsentrasi 0,0001M dengan suhu 30℃ dan PH= 6,9.
Pada percobaan ini pemberian larutan menunjukan metil merah bertujuan agar
mengetahiu perubahan warna yang terjadi pada asetat. Hal ini dilakukan untuk
memperoleh harga PH tiap kali pengenceran dari percobaan yang dilakukan
perhitungan untuk mencari harga kesetimbangan dengan ionisasi dan rata-rata
derajat ionisasi.
Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan antara lain:
v Perubahan suhu
v Perubahan konsentrasi
v Perubahan tekanan dan volume
v Peranan katalisator
KESIMPULAN
Ø Kesetimbangan kimia menjelaskan keadaan dimana laju reaksi maju dan
laju reaksi balik sama besar, serta konsentrasi reaktan dan produk tetap tidak
berubah seiring berjalannya waktu ada beberapa faktor yang mempengaruhi
kesetimbangan kimia, seperti perubahan konsentrasi, perubahan tekanan dan
volume, perubahan suhu dan katalis.
Ø Jika konsentrasi diperbesar maka reaksi sistem akan mengurangi
komponen tersebut.
Ø Bila keadaan suatu sistem kesetimbangan,konsentrasi salah satu
komponennya dikurangi maka kesetimbangan akan bergeser kearah pengurangan itu.
Ø Jika volume pembesar maka sistem akan bereaksi dengan menambah
tekanan dengan cara menambah jumlah molekul.
Ø Bila volume sistem kesetimbangan diperbesar maka kesetimbangan akan
bergeser kearah jumlah koefisien reaksi yang besar
DAFTAR PUSTAKA
v Sukardjo. 1997. Kimia Fisika.
Yogyakarta: Rineka Cipta.
v Syukri. 1999. Kimia Dasar 1.
Bandung: ITB
v Keenan. 1984. Kimia untuk universitas.
Jakarta: Erlangga.
v Atkins, P.W. 1994. Kimia Fisika II. Erlangga: Jakarta
v Petrucci. R. 1987. Kimia Dasar. Erlangga: Jakarta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar